BeritaDaerahFeaturedMuna

Ditengah Gelombang Evesiensi Anggaran, Pemda Muna Berhasil Genjot Pertumbuhan Ekonomi Tembus Angka 5,59%.

1

Raha-munanews.com– Ditengah minimnya anggaran Pemda muna berhasil menumbuhkan Perekonomian di Kabupaten Muna tahun 2026 ini.

Hal ini berdasarkan dengan hasil olahan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Muna, triwulan I tahun 2026, yang dimana data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), ekonomi Kabupaten Muna mengalami pertumbuhan sebesar 5,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/y-on-y).

Leman Jaya, Kepala BPS Muna mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Muna didorong dari lapangan usaha yang meliputi peningkatan aktivitas di sektor akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 25,30 persen, industri pengolahan 18,66 persen, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor yang tumbuh 16,03 persen, informasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 13,62 persen serta sektor pertanian, perikanan dan peternakan yang tumbuh 1,66 persen.

Selain itu dari struktur ekonomi masih didominasi oleh sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan dengan kontribusi sebesar 28,50 persen terhadap total PDRB, diikuti oleh perdagangan besar dan eceran sebesar 18,02 persen, konstruksi sebesar 10,12 persen serta administrasi pemerintahan sebesar 9,23 persen.

“Bidang pertanian masih menjadi fondasi utama perekonomian masyarakat, hal ini tentu tidak terlepas dari pemerintah daerah yang terus konsisten untuk mengembangkan dan membangun komoditi jagung sebagai sektor unggulan”

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Muna, La Ode Sairuddin menyampaikan, apa yang didapat saat ini menunjukkan peningkatan yang siginifikan dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,89 persen,  pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2026 telah melampaui capaian pertumbuhan ekonomi tahunan Kabupaten Muna tahun sebelumnya yang hanya sebesar 3,89 persen.

“Alhamdulillah Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muna semakin baik dan mendekati laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara (Sultra) triwulan I tahun 2026 sebesar 6,23 persen dan selisi 0,02 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional pada  periode yang sama yang mencapai 5,61 persen,” imbuhnya.

Selain itu Sairuddin menambahkan, pertumbuhan ekonomi itu tidak terlepas dari peran strategis sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Tiga sektor yang memberikan kontributor terhadap PDRB Kabupaten Muna dengan nilai Rp 732,8 M atau sekitar 28,5 persen dari total perekonomian daerah.

“Sektor pertanian memberikan nilai pertumbuhan yang baik sehingga memberikan dampak pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal, hal ini sejalan dengan visi pembangunan yang diusung Bupati, Bachrun Labuta dan Wakil Bupati (Wabup), La Ode Asrafil Ndoasa melalui Industrialisasi JATI (Jagung, Hortikultura, Ternak dan Ikan)”.

Sementara itu, Bupati Muna, Bachrun menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan bukti pembangunan ekonomi yang bertumpu pada industrialisasi JATI berada pada jalur yang tepat, Pemkab akan terus memperkuat fondasi perekonomian daerah melalui peningkatan produksi dan produktifitas, hilirisasi dan penciptaan nilai tambah komoditas unggulan, sehingga  pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara statistik, tetapi juga berkualitas, inklusif dan berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

“Perlahan tapi pasti, Kami membangun berdasarkan potensi daerah sehingga proses untuk mencapai keberhasilan butuh waktu dan tidak semudah membalikan telapak tangan, kami akan tetap konsisten dengan visi misi yang sudah kami tetapkan dimana sektor pertanian merupakan fokus utama kami dalam membangun daerah ini, sehingga kami mohon dukungan seluruh masyarakat untuk berkolaborasi memajukan daerah ini sesuai dengan potensi besar yang kita miliki,” tutup mantan kepala Balitbang Sultra ini.

Exit mobile version