Raha-munanews.com – Sudah beberapa hari mahasiswa dan masyarakat melakukan Aksi pemblokiran jalan Mantobua-Lohia, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna. Aksi ini langsung menjadi perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae.
Tidak menunggu waktu lama, melalui rapat bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, Ridwan menyampaikan persoalan pemblokiran jalan poros Mantobua-Lohia.
Dalam rapat Komisi V DPRI bersama Kementrian Pekerjaan Umum, Ridwan mengatakan, pemblokiran jalan disebabkan kondisinya telah rusak parah sejak belasan tahun dan telah banyak menelan korban jiwa, selain itu Ia menegaskan bahwa Pemkab Muna tidak bisa berbuat banyak dikarenakan keterbatasan anggaran dan selain itu Pemda Muna tidak memiliki sumber pendapatan yang memadai dari sumber daya alam.
“Di rapat yang terhormat ini saya berharap agar dapat diberikan langsung intervensi dari Kementerian PU, karna kondisi jalan dikampung saya itu butuh penanganan secepatnya, sehingga pemblokiran jalan bisa berakhir dan masyarakat bisa beraktifitas normal kembali”.
Melalui rapat tersebut, Menteri PU, Doddy Hanggodo, lanjut mantan Bupati Muna dua periode ini, akan memprioritaskan perbaikan jalan yang rusak sepanjang 1,6 km.
“InsyaAllah, saya perjuangkan tahun ini (2026) akan dilaksanakan (dikerjakan) melalui progran Inpres Jalan Daerah (IJD),” imbuh Ridwan Bae, sang legislator yang selalu cepat respon terhadap masyarakat Sultra.
Aksi pemblokiran jalan dilakukan sudah hampir sepekan. Wakil Bupati (Wabup) Muna, La Ode Asrafil Ndoasa, sebelumnya telah turun menemui para pendemo.
Asrafil menyampaikan bahwa ada anggaran sebesar Rp 280 juta untuk pengaspalan jalan sepanjang 230 meter. Sisanya, telah diusulkan pada program IJD melalui Wakil Ketua Komis V DPR RI, Ridwan Bae.



















