Nenek di Muna Hidup Sabatang Kara, Tinggal Gubuk Reyot

0
536

Raha, Munanews.com – Pada usia senja seharusnya seseorang bisa menikmati kehidupan yang nyaman bersama anak cucu. Namun tidak begitu dengan kehidupan Nenek Rosma yang kini berusia 90 tahun.

Di usianya yang hampir menginjak satu abad ini, Nenek Rosma justru hidup dengan belas kasih.

Ditengah pandemi covid-19, toh belum ada sentuhan pemerintah, Rosma tinggal digubuk reyot ukuran 2×2 dijalan, Jend. S. Sukowati Kelurahan Raha II, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Di penghujung usianya, Rosma tak melihat (Buta) selama tiga tahun, ditemani sang Kemenakan yakni Sitti Haerani (60) yang belum menikah sehingga tidak memiliki keluarga terkecuali saudara dari Haerani namun tinggalnya jauh diluar daerah.

“Saya sendiri sekarang susah apalagi kondisi tidak sehat dan tak punya pekerjaan sehingga sangat kesulitan untuk menghidupi bibi saya Rosma, namun demikian saya tetap berupaya memberikan makan pagi sore, walau terkadang hanya air putih dan roti yang kami makan dalam sehari”, terangnya Sitti Haerani, Minggu (30/08/2020).

Rosma sebelumnya merantau di Luwuk (Sulawesi Tengah (Sulteng), tiba di Muna sejak tahun 2014. Hadirnya sang nenek tersebut, Haerani harus bekerja keras untuk menghidupi dua insan.

“Saya berjualan roti untuk menghidupi kami berdua, pada awalnya lancar tapi sejak 3 tahun terakhir kondisi kesehatan mulai lemah. Apa lagi dengan adanya wabah covid-19, bantuan pemerintah sampai hari ini belum tersentuh,” ujar nada sedih.

Herani, pun segan untuk meminta bantuan terhadap pemerintah hal ini Bupati Muna, iapun berharap untuk bisa masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

” Selalunya saya diajak oleh tetangga  menemui Bupati Muna LM Rusman Emba, namun saya berat untuk minta, saya hanya bisa berusaha semampuku kalau ada makanan kita makan cukup dengan air putih menjadi pelapis lambung,” tuturnya sambil meneteskan air matanya.(LN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here