Kadhafi: Cahwan Tidak Paham Tupoksi Sebagai Wakil DPR Muna

0
883

La Ode Muammar Kadhafi juru bicara Rusman-Bachrun

Raha, Munanews.com –  La Ode Muammar Kadhafi juru bicara Rusman-Bachrun pasangan nomor urut satu (1), menanggapi pernyataan Cahwan selaku wakil ketua DPRD Muna saat orasi kampanye pasangan calon Rajiun – La Pili.

Cahwan menyebut, Pemda Muna selama ini membuat APBD tidak rasional, akibatnya pembangunan amburadul dan tidak jelas.

“Pernyataan ini mengesankan anggota DPRD mau cuci tangan, APBD ditetapkan atas persetujuan DPRD, artinya DPRD berperan sebagai saringan dari segala bentuk kegiatan yang ada dalam dokumen APBD,  kalau APBD dianggap tidak rasional kenapa disetujui untuk ditetapkan,” ujar Kadhafi, Kamis (05/11/2020).

Kemudian, tudingan adanya proyek pembangunan yang bermasalah. Kalau ada pekerjaan proyek yang bermasalah, tidak bisa langsung salahkan Bupati sebab yang kerja proyek adalah perusahaan kontraktor bukan bupati.

“Keliru kalau setiap proyek yang bermasalah lalu menumpahkan kesalahan sama bupati, yang mesti dipahami bahwa seluruh proses pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak ada campur tangan bupati,” cetusnya.

Kata Kadhafi, anggota DPRD yang egois dan terkesan tidak paham tupoksi dan kewenangan akan gampang menyalahkan pihak lain jika ada masalah. Padahal salah satu hak DPRD adalah mengawasi pelaksanaan anggaran APBD.

“Misalnya kalau ada kegiatan yang tidak tuntas dikerjakan atau bermasalah, DPRD harus tanggap, mekanisme kerjanya semua sudah diatur dengan jelas,” tandasnya.

Menyebut, orasi politik wakil ketua DPRD Muna di tempat kampanye, itu hal yang wajar karena merupakan hak politik, tapi kalau seorang wakil ketua DPRD mempersoalkan APBD ditempat kampanye itu aneh dan tidak wajar sebab ada forum resmi yang disediakan untuk membahas APBD,.

“Yang perlu kita tanyakan apa yang dilakukan anggota DPRD di forum pembahasan APBD, jangan jangan mereka diam saja atau bahkan mungkin tidur,” timpanya.

Anehnya lagi Cahwan dalam orasi politiknya, mengapresiasi kinerja pemerintahan daerah lain dan mempersoalkan kinerja pemerintahan sendiri.

“Kita menyayangkan sikap seorang wakil rakyat seperti itu, hal ini kita ibaratkan sama dengan membuka aib diri sendiri, dari sisi politik itu biasa saja, tapi dari sisi etika sikap seperti itu kurang baik, sejelek apapun kinerja pemerintahan di Muna pasti ada hal hal tertentu yang patut kita apresiasi,” kesannya.

Terakhir Kadhafi menyampaikan, kedepan kita butuh anggota DPRD yang kritis, bertanggung jawab dan menjalankan tugasnya sesuai mekanisme yang ada.(LN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here