Benteng Kota Wuna Masuk Rekor Muri Sebagai benteng Terluas Di Dunia.

0
658

Jakarta-munanews.com. Jejak peradaban tua di kabupaten Muna mulai nampak menunjukan keaguanga-nya, satu demi satu peninggalan prasejarah mulai nampak, dimana sebelumnya ditemukanya gua prasejarah liangkabori.

Kini salah satu peninggalan dimasa kerajaan yakni benteng kota Wuna yang di bangun dimasa Lakilaponto atau yang biasa dikenal dengan Haluoleo atau Sultan Murhum.

Melalui perjuangan panjang pemerintah daerah yang bekerjasama dengan Komunitas pemerhati budaya ( Kambawuna ), kini benteng Kota Wuna ditetapkan sebagai benteng terluas di dunia oleh Museum Rekor Dunia Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Kabid Kebudayaan Hadi Wahyudi saat di hubungi via WhatsApp nya menyampaikan rasa syukur serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjuang selama ini, baik mengesplor kembali benteng kota Wuna atau persiapan pengajuan rekor muri kali ini.

“Alhamdulillah Museum Rekor Dunia Indonesia telah memberikan pengakuan berupa Piagam Rekor MuriĀ  terhadap benteng Kota Wuna sebagai Benteng Terluas, dan sebenarnya pengusulannya dari 2 tahun yang lalu yakni tahun 2022 dimana saya masih sebagai kepala UPTD museum bharugano Wuna, dan ini merupakan impian besar dari Pak Rusman Emba saat jadi bupati sehingga beberapa peninggalan prasejarah di bangun kembali termasuk adanya rekonstruksi benteng kota Wuna beberapa tahun lalu, dan semoga dimasa kepemimpinan Pak Bachrun Rekonstruksi Benteng Kota Wuna Lebih di sempurnakan lagi”.

Sementara itu Ketua Kambawuna Adi Munardi sujud syukur atas lahirnya Rekor Muri Benteng Kota Wuna sebagai benteng terluas, sebab selama ini Kambawuna rutin tiap tahun melakukan ekspedisi benteng kota Wuna.

“Alhamdulillah perjuangan teman-teman selama ini akhirnya membuahkan hasil, Kambawuna yang bekerjasama dengan pemerintah daerah, instansi lainnya, beberapa OKP dan Komunitas tiap tahun rutin melakukan ekspedisi benteng Kota Wuna mulai dari sejak tahun 2018 yang lalu, dengan harapan benteng yg paling bersejarah ini kembali di eksplor dan dilakukan konservasi dan pemugaran sebab merupakan jejak peradaban kerajaan besar masa lampau”, tutupnya. (Oden)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here